DHARMA SHANTI NYEPI ONLINE: WIRA, WIDYA, DHARMA

By teknosaka 01 Jun 2020, 10:11:34 WIB Seni & Budaya
DHARMA SHANTI NYEPI ONLINE: WIRA, WIDYA, DHARMA

     Program Buka Puasa, Dharma Shanti, dan Natal Bersama atau yang akrab dengan sebutan “SaDarNama” di SMA N 1 Kuta Selatan merupakan salah satu program untuk mempererat rasa persaudaraan umat beragama. Program ini bertujuan sebagai bentuk refleksi diri bagi seluruh warga sekolah untuk saling memaafkan, sehingga rasa toleransi antar warga sekolah menjadi semakin baik. Salah satu rangkaian program SaDarNama yang baru saja dilaksanakan adalah kegiatan Dharma Shanti yang diadakan dalam menyambut Hari Raya Nyepi tahun caka1942.

     Tepat pada Sabtu. (23/5/20) kemarin, Dharma Shanti Nyepi dilaksakan secara online melalui kanal YouTube resmi SMA N 1 Kuta Selatan yang diadakan terbatas pada situsi pandemi Covid-19. Dharma Shanti kali ini mengambil tema “Wira, Widya dan Dharma” dalam menghadapi bencana dengan Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa SMA N 1 Kuta Selatan dengan mengakses link YouTube SMA N 1 Kuta Selatan yang telah dibagikan sebelumnya.

     Dharma Shanti Nyepi online diawali dengan pembacaan sloka oleh Swadarma dan Putra Adnyana yang merupakan siswa SMA N 1 Kuta Selatan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Kuta Selatan, Dra. Luh Made Sri Yuniati, M.Pd. Kemudian acara Dharma Wacana pun dibuka oleh Bapak I Gede Pasek Artana sebagai moderator. Dalam Dharma Wacananya, disampaikan tahapan-tahapan dalam rangkaian Hari Raya Nyepi yang penuh makna dan waktu yang tepat untuk refleksi diri guna mencapai kedamaian dalam kehidupan. Mulai dari pelaksanaan Melasti yang merupakan simbol dari peleburan penderitaan manusia, hingga pelaksanaan Ngembak Geni sebagai awal untuk memulai tahun baru ?aka dalam kepercayaan Hindu.

     Beliau juga memaparkan bahwa Nyepi berguna untuk mengubah unsur-unsur negatif menjadi positif. Nyepi adalah waktu yang tepat untuk mencari ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan yang akan bermanfaat bagi alam semesta. Terlebih lagi, pelaksanaan Nyepi di masa pandemi Covid-19, memiliki makna yang lebih dalam, dimana kita dapat sekaligus membatasi penyebaran virus tersebut. “Dalam Nyepi, kita harus memaknai kehidupan dengan wira atau berani berdasarkan dharma untuk tidak takut menjalankan kebenaran yang berlandaskan pengetahuan untuk menopang keberanian itu.” Ungkap Bapak Ngurah Sudiana.

     Setelah Dharma Wacana selesai, diadakan kegiatan Dharma Tula atau sesi tanya jawab yang dibuka oleh moderator. Pertanyaan diberikan oleh siswa-siswi SMA N 1 Kuta Selatan yang telah ditampung oleh panitia untuk dibacakan oleh moderator kepada narasumber. Bahkan, guru pun turut berkontribusi memberikan pertanyaan kepada narasumber terkait materi Dharma Wacana yang telah diberikan sebelumnya.

     “Pembinaan karakter dan wahana pembaharuan sosial antar umat beragama di sekolah dapat ditingkatkan meskipun suasana pandemi. Semoga kegiatan ini memberikan motivasi dan dorongan bagi guru dan siswa agar lebih berinovasi dalam memanfaatkaan teknologi, sehingga siap tampil dimana saja. Salah satu ciri orang hebat adalah harus berani tampil berbeda dari yang lainnya.” Ungkap Kepala SMA N 1 Kuta Selatan, Ibu Luh Made Sri Yuniati. Acara Dharma Shanti Nyepi online pun ditutup dengan upaksama, yaitu penyampaian rasa maaf dari Kepala SMAN 1 Kuta Selatan dan perwakilan siswa.

Penulis: Vania Leonyta | Editor: Martin Winata, Indah Sathya, Raka Putri




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment